Dalam darah Teater 2-puluh bertemu dua arus utama aliran; filsafat & theology, seperti apa yang diancangkan para founding fathers. Teater 2-puluh, secara substansial mengambil ide dasar sifat wajib Allah dengan asumsi bahwa kita semua bukan apa-apa.
Tampilkan postingan dengan label Naskah Teater. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Naskah Teater. Tampilkan semua postingan

ASylUM

Selasa, 16 April 2013

NARATOR
Apa yang ada dalam kepalaku ini........
Sebuah kebenaran yang telah ditancapkan ketika aku pertama kali nyirnyirnya darah kehidupan ini, dari setetes kebahagiaan ayng telah membatu.
Berbagai macam kata dan kalimat saling sengkarut, menjadi atau dianggap absah sebagai pengetahuan.
Sebuah janin yang nantinya kita anggap sebagai kebenaran
Dan tunggulah suatu saat ia akan menguasai kita
Mengusai ras yang bernama manusia, dan inilah sebuah narasi yang tak sempat terbaca, atas matinya manusia........

PADA AKHIR SENJA -Ada apa...?!?-

Senin, 15 April 2013

ADEGAN I
KARTO
Tuan...sudah lama saya melayani tuan disini, selama itu saya tidak pernah bicara, apalagi menanyakan sesuatu tentang tuan...?!? (sambil meletakkan kendi dihadapan tuan lurah)
TUAN LURAH
Lantas...?!? (dengan duduk santai dikursi panjang)
KARTO
Kalau diperbolehkan tanya, Karto ingin tanyakan sesuatu pada tuan lurah (dengan memijit pundak tuan lurah)
TUAN LURAH
(dengan sedikit senyum) baiklah, apa yang akan kamu tanyakan...?!?
KARTO
Kenapa tiba-tiba saja tuan menyepi sendiri ditempat terpencil dan kumuh ini (tetap memijit pundak tuan lurah)
(suasana hening sejenak, tuan lurah hanya sedikit tersenyum dan menggelengkan kepala)
Padahal tuan adalah kepala didesa yang kaya raya, tuan punya rumah besar dan bagus, juga dapat makan yang enak, tapi disini tuan hanya minum air putih dan makan seadanya.

SANDIWARA BUI

Minggu, 14 April 2013

I
SUARA DALAM GELAP
Penjara dimana-mana sama seperti halnya Negara, dimana-mana sama saja, tidak Amerika, tidak Rusia, tidak Cina, juga republik bangsa kita. Negara ini adalah penjara besar, lebih besar dan keras seperti tempurung, dan saya seperti kodok, tidak bisa membedakan antara yang ngorek dan yang ngorok...SAYA BUKAN KODOK TUAN
II
DALAM GELAP DAN TERANG
Bunyi palu hakim pengadilan, hadirin bersorak riuh ramai.
III
DUA SEL BERHADAPAN, MUNCUL SEORANG SIPIR MENYERET TAHANAN II DENGAN PAKSA, KEMUDIAN BERHENTI DIPINTU SEL, LALU TAHANAN II DIDORONG MASUK DENGAN PAKSA.

SKETSA NEGERI TERBUANG

Jumat, 12 April 2013

(dalam siluet)

TUAN DIRGO
Coba kau amati amati apa yang mereka lakukan dan bicarakan dalam kedai. Aku curiga mereka telah merencanakan sesuatu untuk merebut kekuasaanku. Dan laporkan semua apa yang telah dapatkan disana dan bila perlu kau masuki kelompok mereka.
LAKI-LAKI
Baik tuan Dirgo (exit)
(black out)
ADEGAN I
Pagi hari, saat kabut masih menyelimuti. Dalam sebuah kedai tampak seorang pemilik kedai sedang bersih-bersih sambil menata meja dan kursi. Sementara disudut kedai terlihat tiga orang bercakap-cakap dengan wajah yang serius.
SOSIAWAN

TITIK KOMA

Kamis, 11 April 2013


TITIK KOMA
SINOPSIS
Songkah titipan...dibawa kemana...?!? untuk siapa...?!? dibawah langit, diantara langit-langit terpendam sebuah kebenaran...???
NARATOR
Aku...sosok perempuan yang dijual suami, keluargaku berantakan, selalu diwarnai pertengkaran sampai kandunganku semakin membesar menjelang 7 bulan dan akhirnya....
(sosok putih terlihat samar bergerak pelan penuh kegelisahan).

Nurani Terbungkus Topeng

Rabu, 10 April 2013


Nurani Terbungkus Topeng
Laki-laki I : Hai.......hai........tidakkah kau melihat kejadian siang kemarin? Permainan garang di atas hitam dan putih bagai papan cater tergelepar di atas kasur bercampur cairan putih yang dipaksa keluar
Laki-laki II : Aku hampir terperanjat jatuh tapi tidak jadi
Laki-laki I : Kesunyian membuat mereka merajalela, mengumbar imajinasi besok pagi, aku mendengar bisikan-bisikan kewajaran menurut mereka, telingaku selalu siap menerima, mulutku siap berkoar kesana kemari, dan hati hanya dapat memendam umpatan-umpatan kosong, karena itu hanya membuat mereka semakin mabuk dalam ketenangan.
Laki-laki II : Kemarin sore aku terlalu menikmati masakan padang dalam kegelapan, entah besok aku harus bagaimana ?
Laki-laki I : Ku lihat kau hanya bisa meratap, tidakkah kau manusia dan punya nurani ? kenapa hanya kata-kata putus asa yang keluar dari mulutmu ?
Laki-laki II : Aku hanya berfikir apakah selamanya seperti ini, sampai aku takut melihat wajahku sendiri pada cermin, sosok yang tak pernah menerima dengan apa adanya, apakah aku termasuk orang yang tidak bisa bersyukur ?
Laki-laki I : Tidak juga. Eh kau tahu perempuan tadi pagi? sosok perempuan yang sangat sempurna, kecantikan wajahnya sulit untuk ditemukan padanannya dalam dunia, seandainya kau lihat bibirnya, bila dilumat serasa es krim yang merah segar, kau lihat buah dadanya? bagai gunung yang ditengahnya ada sebuah jurang yang dalam, bila kau daki kau akan terperanjat jatuh dan tidak bisa bangun lagi dan kau lihat pantatnya....
Laki-laki II : Ah kau bicaramu ngelantur tidakkah kau lagi berkaca, lihat! ! tampangnnu kayak becak Reot

In the NAME of ROSE


In the NAME of ROSE
PROLOG
Aku menganggap bahwa, pada dasarnya kita adalah satu, kemudian seiring dengan pembelahan munculah pertentangan, permusuhan, dan tumpang tindih; bagaimana lagi, karena manusia terbebani dengan mencipta dan memperkokoh sejarah, maka konflik harus segera dilestarikan, tapi disisi lain, jauh dilubuk nurani kemanusiaan yang paling dasar manusia juga rindu akan semilirnya persamaan dan sejuknya harmonisasi kesetaraan, itulah wujud dari mimpi akan kebahagiaan,..
Sementara aku sendiri, masih mencari apakah ada kebahagiaan diatas puing-puing pertentangan dan permusuhan? Kalaupun mungkin kebahagiaan itu menyeruak dari kedalaman puing-puing itu, bagaimanakah kita meraih dan cepat mengikat erat kebahagiaan tersebut?
Aku telah menemukan; tapi belum tentu pasti, apakah ini kebenaran ataukah hanya sekedar harapan, karena aku sendiri tidak mungkin mampu memastikan, hidup yang kita jalani selama ini adalah kebenaran dari kenyataan atau malah hanya mimpi, saat lelah berhasil menyergap semangat hidup. Bahwa, jauh di dasar diri manusia, diantara palung kesombongan dan diatas karang kediri-an tumbuh sekuntum mawar yang sangat indah.
Mawar itu menjadi oase para pencari, dan gugus bintang para nelayan saat sampan kecilnya merindukan bibir pantai yang lembut karena dalam mawar itu menyimpan makna dari perasaan ultim; puncak perasaan, bahwa kita mampu merasakan penderitaan orang lain.
Dari sinilah aku memulai pencarian ini,…..
 

Most Reading

Tags